Friday, November 4, 2011

Dia Menyukai Doa Orang BerSabar

Seperti pengamen yang ada di jalanan, kalo pengamen yang suaranya sember dan tidak bagus pastinya kita ingin sekali langsung cepat-cepat mengangkat tangan (tanda minta maaf) atau langsung memberi uang agar ia cepat-cepat pergi, sedangkan untuk pengamen yang suaranya merdu pasti kita nyaman berdiam diri ingin mendengarkan lagunya sampai habis atau nyanyiannya berulang-ulang baru diberikan pujian dan imbalan, ingin sekali berlama-lama dengannya.


Begitu juga dengan doa, Allah ingin sekali mendengar umatnya yang berdoa secara khusyuk berlama-lama seperti nyanyian merdu yang tak kunjung usai dan tidak ingin umatnya pergi cepat-cepat meninggalkanNya, Allah ingin kita selalu dekat denganNya. Tetapi ketika sudah habis atau sudah dirasa cukup, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan tersebut, lebih dari mungkin yang kita harapkan, Subhanallah.

Maka jangan pesimis, selalu ikhtiar dan berdoa untuk mencapai apa yang dirasa kita butuhkan tersebut :)

Tetapi berdoa seperti apa yang baik tersebut?

Doa yang tidak menjurus langsung dengan keinginanmu, karena sesungguhnya Dia hanya akan memberi apa yang kamu butuhkan. Mintalah apa yang terbaik untukMu yang Dia rasa - karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. Perumpamaan seperti ini, di perjalanan pulang sepulang kamu mendapatkan gaji pertama, kamu bertemu dengan seorang anak di tepi jalanan dengan tampang murung. Setelah kamu dekati, si anak mengatakan bahwa dia kelaparan - karena tidak makan selama dua hari, lalu kamu mengajaknya untuk makan bersama, tetapi si Anak menolak karena ia hanya mau - setidaknya - satu lembar duit berwarna merah dari  dompetmu, apa yang kamu pikirkan tentang anak itu? Apa yang kamu lakukan?

Lalu doa yang tidak pernah berpusat pada kepentingan sendiri, tetapi doa yang diperuntukkan untuk kepentingan orang banyak. Bayangkan, analognya seperti ini, ketika kamu berbicara dengan temanmu, dan arah pembicaraannya selalu terpusat di dirinya sendiri, seolah tidak ada obrolan tentangmu dan tentang yang lain, apa yang kamu rasa? Sekali dua kali saya rasa kamu akan biasa saja dan tertarik mendengarkan, tetapi ketika ratusan kalinya dia menemuimu pasti kamu langsung lari atau menghindar karena ada gejolak di perutmu mendengar ucapannya - mual.

Percayalah ketika kamu berdoa untuk semesta, maka semesta akan turut berdoa untukmu dan kebahagiaanmu juga :)





titik kesadaran : Betapa panjang waktuku yang telah Kau berikan, tetapi betapa pendek waktu yang kuberikan untuk kebersamaanku dan Kau :'(

No comments:

Post a Comment