Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

Hai

Hai
tiga huruf yang membuatku kembali bersemangat setelah lelah entah kenapa
tiga huruf yang membuyarkan lamunanku dari pikiran kosong menerpa
tiga huruf yang seolah menopangku disaaat ingin bermalasan karena sakit
tiga huruf yang selalu membuatku tersadar dan bangun lebih baik
tiga huruf kata-kata yang terurai terangkai seakan indah
tiga huruf pesan yang dikirim oleh kamu
aaaah~


bodoh
READ MORE - Hai

Saturday, February 16, 2013

Merpati yang Pernah Membawaku Terbang

dia, yang dulu pernah mengisi kekosongan sesaat
indah dan manis :)
tapi sayang
yang kubutuhkan bukan rasa itu

entah apa yang kubutuhkan


seluruh hati pernah terisi sesaat
manis indah dan penuh warna
tetapi sepenggal hati lainnya terasa kosong
yang jika tidak diisi kekosongannya itu malah akan membunuh rasa lain
mematikan rasa indah, bahagia menjadi rasa yang tak berasa

cuma bisa berkata maaf
aku bahagia bersamamu
tapi tidak benar jika aku terus membohongi perasaan ini bukan?
tidak bisa aku terus untuk mendampingimu jika hati ini saja berkata tidak
tiada salah yang kamu lakukan selama ini
hanya perasaan ini yang berkata tidak
egois bukan?
ya, inilah aku

aku minta maaf

aku harap suatu saat nanti kamu akan mengerti
suatu saat aku harap kita bisa tersenyum senang kembali seperti dahulu
menyanyikan lagu sumbang dan bercengkrama selayaknya merpati menari di atas ilalang


sahabat yang saling menjaga dan menyayangi satu sama lain, aku harap


kini aku ingin bersamanya, dia yang ada di hatiku selama 5tahun lebih :)
READ MORE - Merpati yang Pernah Membawaku Terbang

Saturday, February 2, 2013

Dewasa

semakin dewasa semakin lebih banyak menemukan manusia munafik dan naif.
manusia yang egois, yang hanya memikirkan kepentingan pribadinya
semakin menyadari juga bahwa diri ini larut terbawa dalam arus kemunafikan dan keegoisan manusia-manusia yang pasti semuanya mempunyai sisi busuk dihatinya
READ MORE - Dewasa

Wednesday, January 9, 2013

Anak Kucing Menjadi Monyet

bingung sebenernya sama diri sendiri
rasanya sedih banget
mungkin karena ini sudah menumpuk dari 2 tahun yang lalu mungkin kali ya
tapi baru kerasa sekarang, rasanya seperti bener-bener sakit sekali
pernah bertanya dengan beberapa rekan, jika kalian diperlakukan seperti ini bagaimana respon kalian? dan jawabannya terakhirnya adalah, saya terlalu bodoh!

ehm bodoh?
mungkin mereka bilang ini bodoh
tapi saya tidak merasa selama ini
sampai akhirnya setelah diurutkan kebelakang dan mengingat kembali kejadian yang lampau...


pada awal memasukkan dia sebagai menjadi bagian keluargaku, banyak teman-teman yang masih mempertanyakan keberadaannya dan meyakinkan kembali apakah pantas untuk dia masuk menjadi bagian kita? sedang menurut temannya saja dia seperti ini dan itu? sempat pula keluarga disebelah bertanya mengenai dia, menurut tes psikotes yang diberikan dan beberapa tahapan yang sudah dilalui sih dia tidak terlalu direkomendasikan untuk dimasukkan menjadi seorang keluarga?
kala itu hanya terpikirkan satu, betapa kasihannya dia..
kenapa sampai dilempar sana sini? sampai seburuk itukah dia sampai tidak bisa dimasukkan menjadi keluarga dan belajar menjadi lebih baik?
seperti melihat kucing kecil kurus tidak berdaya di tengah jalan tidak tahu jalan
mungkin kala itu saya melihatnya seperti itu
akhirnya dengan bodohnya saya berpikir, kenapa tidak kita memberikan kesempatan kepada dia untuk menjadi keluarga kita, toh selama ini yang saya lihat dia baik-baik saja dan hai kenapa harus membatasi dia untuk belajar..

dengan mati-matian mencoba mempertahankan dia, mencoba memberi penjelasan, kenapa tidak dicoba, toh saya melihat ada beberapa hal yang positif yang didapat dari dia. yaaa... akhirnya pun teman-temanku memberikan kesempatan untuk si anak kucing satu itu, ya mari kita coba sajalah..

selang berlalu, akhirnya terkumpullah keluargaku yang baru, adik-adik imut yang menurutku sangat polos. ingin rasanya mengubah mereka menjadi seorang yang hebat, yang tidak diremehkan oleh orang lain dan masih dipertanyakan ketika ingin memasukkannya menjadi keluarga. dengan berbagai cara akhirnya memasukkan mereka ke bagian penting dan berkontribusi. mati-matian temen masih mengganggap remeh mati-matian pula membela mereka bisa menjadi hebat. please jangan meremehkan orang, setiap orang pasti bisa jadi orang hebat, asal diberi kesempatan..

kadang kala para kaka-kaka di keluargaku ini pernah menggosipkan adik-adiknya di suatu perkumpulan hangat, tidak terlepas pula dari bahasan para adek-adekku yang bermasalah. apalagi si anak kucing ini, beuh gunjingan demi gunjingan disampaikan oleh temen-temen di keluarga ini. sedih rasanya denger gunjingan dari temen sendiri, walaupun bukan saya yang di gunjingkan, tapi ya mbok sekali lagi jangan remehkan dan kecilkan orang lain, tatap diri kita sendiri. memang kita sudah seberapa hebatnya sih?

hal sama pun terjadi dengan keluarga tetangga yang mengeluhkan ternyata memang si anak kucing yang tidak direkomendasikan menjadi bagian keluarga karena sikap dan sifatnya yang tidak professionalitas, bahkan teman-teman si anak kucing ini saja sampai jarang bahkan cenderung sedikit memberikan tanggapan positif kepadanya. kenapa bisa? sampai ingin menangis rasanya. apa dia seburuk itukah? kenapa saya belum menemukan sisi kejelekannya? itu yang saya rasakan dan masih jadi pertanyaan sampai saat itu

akhirnya keluarga ini harus terpisah karena suatu alasan strukturial, dan muncullah keluarga baru. si anak kucing ini masih dipertanyakan keberadaannya. walaupun tanggapan negatif yang lain mengenai tentang si anak kucing ini tidak terlalu sehebat pertama kali, dan bisa diterima keberadaannya ya walaupun dengan masih ya seperti itulah. ada anggapan si anak kucing ini tidak bisa dipertahankan lagi, tapi dengan sekali lagi, berasaskan rasa percaya bahwa dia bisa berubah mencoba memberi pengertian kepada adik-adikku untuk bisa menerima dia lagi di dalam keluarga yang baru. yaaa, saya pikir pasti bisa berubah, setahun kemarin saja sudah mulai terlihat berubah ke arah yang baik, kalo dikasih kesempatan setahun lagi pasti bisa lebih baik bukan. yaaaa saya percaya..

si anak kucing ini sering sekali berbagi cerita mengenai mimpinya mengenai ingin ikut perlombaan, ingin bisa keluar negeri. sebagai kaka yang ingin mencoba membantu adiknya, akhirnya saya membantu juga. saya ikutkan si anak kucing ini ke dalam proyek yang saya lakukan, saya bantu si anak kucing untuk bisa mewujudkan mimpi yang pernah dia ceritakan. dengan dalih, si anak kucing ini mau berusaha ko, kenapa tidak dibantu saja bukan.

selang berganti hari, si anak kucing ini pun mungkin merasa dirinya sudah terlalu besar atau apapun saya juga entah tidak mengerti. yang saya rasakan, kenapa si anak kucing ini mulai tidak sopan terhadap saya. mungkin ini rasa sentimentil saya ya, tapi makin kesini si anak kucing ini bener-bener bikin 'mangkel hati'. rasanya sudah tidak ada penghormatan sama skali. bukan ingin saya dihormati, tapi ya rasanya kecewa aja gitu sama sikapnya. ehm gimana ya ngejelasinnya juga bingung.

yang saya rasakan, si anak kucing ini berubah menjadi angkuh, sombong, tidak tau diri, kerja tidak becus, dan sentimentil sekali serta sikap dan ucapannya yang sangatlah tidak bagus sekali. ucapan yang dijabarkan pun selayaknya tidak pantas sekali diucapkan dari adik ke kakak bahkan kalo dia mengganggap saya sebagai teman juga tidak pantas untuk diucapkan.

berusaha untuk bersikap asertif baik secara implisit atau terang-terangan berusaha menasihati dan meluruskan. sekali lagi, si anak kucing sudah BESAR tampaknya.



rasa mangkel saya pun saya ceritakan kepada teman-teman saya, banyak yang bilang kenapa kamu baru sadar setelah dua tahun kamu sering diperlakukan seperti itu? ada yang bilang jika aku di posisi kamu aku akan menangis dan sakit hati sekali. banyak yang menganjurkan untuk menjauhi si anak kucing itu saja, ngapain ngurusin yang ga penting. yaa banyak ucapan negatif teman-teman saya tentang si anak kucing ini yang sudah tidak saya sanggah lagi. yaaa memang seperti itulah adanya.



perasaan ini mungkin tidak bisa dijabarkan hanya dengan satu postingan saja.
setelah beberapa kali bercerita dengan yang lain, satu kesimpulan, saya bodoh dan saya harus merubah sikap bodoh saya yang sok peduli dan sok kasihan terhadap yang lain. atau harus berpikir ulang lagi harus bersikap bodoh ke siapa dulu, hahaha.


terimakasih untuk semua teman yang sudah mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan keluhan saya, menampar sadarkan saya, berusaha mengajarkan, menyemangati hal yang sebenernya bukan untuk dipikirkan.






Pesan:
Jangan pernah merasa besar, jangan pernah mengecilkan yang lain, kita hanya manusia ko :)
READ MORE - Anak Kucing Menjadi Monyet

Wednesday, October 19, 2011

Hujan Yang Dinantikan


alhamdulillah setelah beberapa bulan
setelah dia malu-malu mengintip dari kejauhan
akhirnya nampak juga

suaranya 

gemericik yang kurindukan

baunya

bau tanah yang khas


aaah~
senangnya mendengar para kodok berdendang ria
melihat anak kecil berlarian menari bersamamu
daun-daun pun bergoyang
melambaikan tangannya
semua ikut larut

bersuka cita menyambut dirimu


tanahku yang kering pun kau basahi
dengan suka cita kami bersorak
hujan yang kami rindukan
benar-benar hujan yang dinantikan






hai hujan..
jangan malu-malu untuk bertatapan dengan kami
karena kami sangat mencintaimu

yogyakarta
READ MORE - Hujan Yang Dinantikan

Monday, August 1, 2011

Ramadhan oh Ramadhan

alhamdulillah sudah melewati puasa pertama dan sholat taraweh berjamaah kedua di bulan suci ini, alhamdulillah masih bisa diberi kesempatan untuk menyentuh lagi, berlomba kembali di jalannya, alhamdulillah ya Allah..

ngomong-ngomong soal sholat taraweh, ada yang spesial untuk taraweh pertama tahun ini, karena saya sebagai mahasiswa yang sok-sibuk bisa sholat di mesjid deket rumah, ya RUMAH, R-U-M-A-H

subhanallah sekali tahun ini bisa kembali kerumah, tidak seperti dua tahun kemarin, saya harus terdampar sholat dijogja karena akademik dan organisasi. yang paling berkesan sih tahun kemarin, dimana selama bulan ramadhan saya tidak pernah sama sekali dirumah, saya harus mempersiapkan acara untuk mahasiswa baru, ya apalagi selain ospek.

jika mengingat tahun lalu, ahaha lucu sekali, baru sahur tidak sadar tiba-tiba sudah buka. Tapi ada hal yang saya selali untuk Ramadhan taun kemarin, saya tidak terlalu mementingkan arti ramadhan. Saya hanya puasa dalam arti umum, tidak makan dan tidak minum, ya sholat sih pasti sholat wajib, tapi bagaimana dengan arti puasa dan ramadhan dalam arti sesungguhnya? Saya merasa kurang sekali beribadat, padahal bulan Ramadhan loh, RAMADHAN!! Dimana semua muslim di seluruh penjuri bumi ini berlomba-lomba meningkatkan amalan, bukannya hanya puasa - rapat - bikin film - buka bersama teman2 - main bersama teman2 - pulang jam 9 - capek - lupa taraweh - lupa ngaji - lupa sedekah - sahur lagi

yaaa, saya agak menyesal mengerjakan itu aja :'(
akan saya balas semuanya di tahun ini dan tahun berikutnya, kapok saya, ahaha


cerita tentang tahun ini, saya tidak menerima tawaran tentang acara ospek tahun ini, ya agak sedikit menyesal sih, soalnya memang bekerjasama dengan mereka lagi pasti mengasyikan, tapi janji saya tetap janji, jangan lupa diatas, jangan lupa masa depan eiy! lagipula masih ada beberapa agenda yang harus saya persiapkan untuk semester depan, dan saya harus mengatur lagi planning-planning saya satu semester kedepan dan seterusnya, doakan berhasil dan sukses, amin

puasa pertama ini, mama bener-bener terlalu berlebihan banget, masak banyak makanan, bkin minuman sampe dua macem, aaah enaknya di rumah... ahahaha
semoga ga naik lagi berat badan ini, cukup segini aja deh :)

abis buka puasa, sholat maghrib kemudian ngaji sebentar, lalu ke mesjid untuk menunaikan sholat isya berjamaah dan sholat sunah taraweh berjamaah bersama, sudah dua hari ini saya selalu dikelilingi oleh anak kecil, sejak kemarin malam sudah 3 orang bersama ganknya saya berkenalan.

pertama, namanya Chika, saya senang sekali dengan anak ini, subhanallah banget deh pokonya. kalo teman-teman lainnya yang seumuran dia (termasuk saya tempo dulu) pastiii selalu bolong-bolong sholatnya, sholat isya - sholat taraweh empat rakaat pertama - tidur-tiduran - sholat taraweh dua rakaat - main keluar - jajanjajanan - pas mau sholat witir langsung pulang, ahahahaha memalukan
nah kalo dia beda, dari awal sampe akhir selalu sholat sampe sholat sunah yang lainnya pun dikerjakan coba. sampe temen-temennya bilang, Chika main aja yuk diluar, Chika lu ngapain? itu kan sholat sunah, Chika lu sok banget sholat mulu, gua mah capek. Jeglek, bener-bener teman yang tidak baik, ahahha

kedua, namanya Ilmi dan Sella, ini anak digabung aja yaa, mereka berdua itu sepertinya agak aneh menurut saya. Malam pertama dia ngeliat-ngeliatin saya - adek saya - sepupu saya mulu, aneh, mungkin kami adalah yang paling cantik diantara yang lainnya, ahahaha. yang paling dilihat adalah adek saya, mungkin mereka ingin berkenalan dengan dia, saya bilang aja, ajak aja tan kenalan, eeee udah kenalan malah ngajak ngobrol mulu, baru salam langsung ditanya macem-macem, hadeeeeeh
-______________-"
bertolak belakang sekali ya? ahahaha, tapi mereka lucu-lucu banget

jadi inget waktu muda dulu, aaaaa rindunyaaa :) :)
READ MORE - Ramadhan oh Ramadhan

Sunday, July 31, 2011

Postingan Pertama, Unforgettable Experience

Okeee, ini postingan pertama saya
agak sedikit nervous sih, soalnya ini pertama kali booo. hal yang pertama itu yang paling berkesan, dan saya mau di postingan saya yang pertama ini membuat kesan yang baik untuk kita semua (kaya ada aja coba yang baca) ahahaha
kalo kita berbicara tentang 'the first' memang agak sedikit lebay nih katanya, tapi memang yang pertama itu yang paling berkesan -- agak sedikit diulang, gapapa yaa..

ingat pengalaman pertama bisa naik sepeda roda dua - tidak pake bantuan roda?
- sampe jatoh ke got dan bermandikan lumpur got? atau berdarah-darah karena untuk merayakan keberhasilan kita kakak-kakak kita minta bonceng sampe nyungsep ke aspal - how embaras-shit-ing moment

ingat pertama kali ditembak?
- teman main kecilmu manggil kamu dari luar rumah, setelah keluar kamu hanya mendapatkan surat yang ada simbol 'lope-lope'nya dan kasiannya, kamu kepergok kakakmu, lalu kakakmu penasaran, dan bodohnya kamu yang belum bisa baca secara fasih meminta kakakmu membacakannya di depan keluargamu, aish, setelah membaca itu kamu masuk kamar, pasang selimut sambil mengutuk dia yang memberimu surat

ingat pertama kali jatuh cinta?
- kamu dan dia hanya bisa saling tukar senyum malu-malu antara motor dan becak setiap pulang sekolah, sore harinya kamu dan dia hanya bisa saling pamer kebolehan kalian agar diperhatikan, tanpa kamu sadari kamu belum mengetahui nama panjangnya setelah dua tahun, oo God!! -,-

ingat pertama kali kamu mendapatkan menang dalam suatu ajang perlombaan
- kamu dan teman-temanmu saling membenci dan saling berburuk sangka, sambil mengumpat kalo saya yang harus menang, ketika kamu menang dan temanmu kalah dan menangis, apa yang kamu dapat? rasa bangga diikuti rasa hampa karena kemenangan hanya saya yang merasakannya

nah itulah beberapa cerita mengenai yang pertama, masih banyak yang lainnya dan mungkin masih banyak kisah mengenai yang pertama juga yang akan kita alami nantinya..

itu sudah lama, sekitar 10-15 tahun yang lalu, tapi kenapa saya masih ingat?

ya, mungkin lebih tepatnya karena memori


tapi bagaimana 20-40 tahun kemudian?

apakah memori kita masih bagus dalam mengingatnya?


saya ingin 20 - 40 tahun kedepan memori saya masih bagus dan masih bisa mengingat itu semua, jika tidak, tolonglah saya untuk membaca blog saya yang tidak berguna ini suatu hari nanti - mungkin




kalo mengingatnya, timbul pertanyaan, sepolos itukah dulu saya?
READ MORE - Postingan Pertama, Unforgettable Experience