diambil dari: makhluklemah.wordpress.com
Yaaa, kasih sayang ibu itu memang tiada duanya. melihat contoh diatas saya berpikir sejenak, bagaimana ya agar si ibu itu bisa menyusui anaknya tanpa malu seperti itu? pengen buatin alat yang bisa dikasih biar si ibu itu tetap bisa menyusui si anak ketika sedang di jalan? tapi dengan apa? ya hanya berhenti sampai disana, tidak ada jawaban.
Tiga tahun kemudian, ketika sedang menunggu dosen di depan ruangannya. Berbicara dengan teman, mencetuskan ide untuk bikin sebuah program yang bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat ikut Pekan Kreatifitas Mahasiswa yang diadain dikti. kala itu masih dengan idealisme mahasiswa dan masih menggebu-gebu jiwa muda. akhirnya sampai pada diskusi mengenai program-program apa yang saja yang bisa diterapkan, salah satu dari sekian banyak ide itu adalah membuat baju untuk ibu menyusui, ya baju ibu menyusui. Kado yang mungkin bisa diberikan kepada ibu yang tiga tahun silam yang aku lihat di Bogor itu.
Ya tapi sekali lagi hanya sampai diskusi, kemudian kita sama-sama tenggelam dalam kesibukan dunia.
Hingga sebelum dua hari deadline pengumpulan, masih tidak ada kabar juga mau diapakan kesemua ide yang tercetus itu. padahal sudah antusias dan sudah mulai menyicil bahan-bahan proposal, bahkan hampir semuanya tentang baju ibu menyusui (saya sudah antusias dengan baju yang bisa saya kasih ke ibu-ibu yang punya pengalaman seperti yang di bogor itu). huft, sayang sekali jika ini engga dipake, belum tentu tahun depan bisa ikut, karena pasti akan tersita waktunya untuk skripsi.
Akhirnya, setelah berpikir panjang dengan ijin terlebih dahulu karena memikirkan tidak mau merepotkan mereka yang sedang sibuk entah dengan apa, akhirnya saya melanjutkan perjuangannya sendiri dulu, melanjutkan proposal yang sempat tertunda, merangkai ide dengan cepatnya. Ide yang saya ambil adalah ide yang ingin saya kembangkan ketika zaman SMA itu. Masih teringat ketika mengerjakan proposal itu, selalu mengingat bagaimana air muka si ibu yang menyusui anaknya itu dan terngiang juga senyum Mama :) semangat sekali kala itu, dari judul sementara, konsep produk hingga konsep pemasaran dan mencari anggota baru pun terangkum dalam 3 jam. Ya hanya tiga jam saja mengerjakannya.
Terpilihlah Tika, Putri, alasan mengajak mereka cukup simple, mereka orang baik dan mereka sedang tidak sibuk, hihihi. Dan pada akhirnya malah saya salut terhadap kinerja mereka, solid sekali dan energi semangatnya sangat luar biasa untuk tetap megeksiskan BULA ini, bahkan ketika saya sedang tidak semangat, melihat mereka ada energi tersendiri untuk tetap semangat dan tidak menyerah.
Lalu, ada Eva dan Purna, em jadi waktu itu sore H-2 kayanya, melihat kegalauan mereka, ketika ditanya ada apa? ternyata PKM yang ingin mereka kembang terapkan tidak bisa dilaksanakan karena beberapa sebab, karena kasian dengan mereka dan juga rasa salut dengan semangat yang sebenernya ingin melakukan sesuatu hal tetapi karena terkendala suatu hal tidak bisa akhirnya saya ajak juga mereka, energi semangat untuk berkarya bisa dialihkan sekalian semoga dengan ikut BULA mereka bisa belajar beberapa hal tentang kehidupan.
well, sore H-1 pun datang, ajak mereka dateng ke Gedung Radio Putro, bagi tugas karena waktu mepet, bikin design yang tadinya hanya sketsa pensil menjadi sketsa elektronik dan dari judul yang sederhana menjadi judul "BULA" kata yang singkat, manis dan enak untuk didengar, mencari dosen pembimbing yang bisa mendampingi kita dan menjadi pembina kita, ya banyak hal yang kami lakukan. semua kami lakukan dalam satu waktu :) tidak ada ide atau pikiran orang yang kami curi, insya allah saya dan teman-teman bukan orang yang seperti itu. dan niat kami hanya ingin menolong dan bisa bermanfaat, ya tapi mungkin juga ada secuil pemikiran ingin mempunyai penghasilan di waktu muda - hey kami juga manusia bukan?
besoknya kami pun memasukkan proposal ke Dirmawa UGM, semoga kelak proposal kami lolos didanai dan bisa merealisasikan mimpi ini, hanya itu doa saya waktu itu.
amin
yaa sampai itu saja :) kita teruskan besok pagi yaa :)

No comments:
Post a Comment