Wednesday, October 31, 2012

Semoga Tidak Kamu Lagi - Z.H

dikelas lagi gak kondusif banget kayanya, banyak banget yang sedang patah hati, mungkin ini lagi musimnya, dari lagu sampai omongan bahkan saduran quote dari pak MT juga jadi andalan buat pembicaraan sehari-hari, emm, buat kamu yang lagi galau... berhentilah kawan...



ada rasa sedih saat melihatmu bahagia
bukan karena aku tidak ingin kamu bahagia
melainkan karena bukan aku yang membahagiakanmu

itu menyakitkan
seperti pukulan yang sebenarnya ingin buatku tersadar

mungkin ini waktu untuk aku terpuruk
supaya aku dapat melihat Tuhan memakai kenangan ini untuk buatku dipenuhi kesiapan
sehingga doa dapat melahirkan semangat dan kemudian buatku bangkit

namun ketahuilah

sebelum aku sudah tak lagi mencintaimu
ini darahku mengalir
membawa bayang-bayangmu
mengelilingi tubuhku
dan jantungku berdenting
demi kau menari-nari di pikiranku

ada satu hal yang sampai hari ini masih membuat aku bangga menjadi aku
yaitu
karena aku mampu terima kamu apa adanya

aku meminta ampun kepada Tuhan 
sebab aku pernah berharap kalau suatu saat
ketika angin menghempasku hilang dari daya ingatmu
aku ingin tak pernah lagi menginjak bumi
sebab hidup jadi terasa bagaikan dinding yang dingin

aku yang harus menjadi paku
kamu yang bagai lukisan
dan cinta itu palunya
memukul aku
memukul aku
dan memukul aku
sampai aku benar-benar menancap kuat

pada akhirnya
semoga
tidak kamu lagi yang aku lihat
sebagai satu-satunya cahaya di dalam pejamku
sebelum pulas


semoga tidak kamu lagi
....
READ MORE - Semoga Tidak Kamu Lagi - Z.H

Saturday, October 20, 2012

Bodoh itu...

D: Dasar kamu, bodoh banget sih ta... - kata dia, sambil membantu setelah saya sudah berulang kali bertingkah ceroboh dan membuat onar di tempat ramai
A: Huuuu... Gapapa bodoh, yang penting masih ada orang paling bodoh yang masih mau sayang sama orang bodoh, nanananana~ -balas saya tidak terima dibilang gitu, merasa menang, yeay
D: Aku emang bodoh, tapi aku akan jadi orang paling bodoh sedunia kalau aku ngebiarin si bodoh ini dapat orang bodoh lainnya, cuma aku orang yang boleh jadi orang yang paling bodoh buat ngejaga si bodoh ini - senyum maut
A: ......... - diem menunduk muka memerah
D: (tersenyum menang)
lalu kita pergi






bodoh memang bodoh
bodoh adalah antara aku dan kamu
ya, bodoh adalah kita
bahkan angin pun berbisik bahwa kita itu bodoh

yaaa mau gimana lagi, kita memang bodoh :")
READ MORE - Bodoh itu...

Friday, October 19, 2012

I don't know how I can ever thank you

alhamdulillah, akhirnya sudah selesai juga pendadarannya :D
sekarang tinggal revisi :)

begitu kaget ketika keluar, radar ini langsung menemukan sosok kamu
kamu ada di sudut sana tersenyum renyah membawa kresek hitam, entah apa isinya
walaupun aku tau kamu akan ke Jogja dari pernyataan polos mama yang secara tidak sadar memberitahu
tapi aku tidak habis pikir kalau kamu akan senekat itu, datang dan menunggu aku sampai selesai pendadaran
aku kira kamu akan datang siang harinya, memberi aku makan sebanyak aku mau karena janji penyemangat kamu kemarin

mendengar cerita dari pak satpam, mas yuli, dinda, suis, bara, anes, dan yang lainnya membuatku terenyuh senyum malu ketika mendengar itu semua
betapa sulitnya kamu menemukan aku
betapa besar perjuangan kamu

aku loh ini?
aku yang hanya seperti ini
terlalu berlebihan mendapatkan ini semua
mendapatkan kamu
beruntung adalah memiliki kamu :)


selalu perut ini penuh bunga-bunga kecil karena kamu



terimakasih sudah menjadi yang terbaik, ini terlalu berlebihan

aku tidak tau apa yang sedang kau rencanakan lagi
tapi aku akan menunggu dengan sangat tidak sabar
apa yang akan kamu lakukan
READ MORE - I don't know how I can ever thank you

Friday, July 13, 2012

Zaman ini zamannya modernisasi cuy

Anwar, umur 10th, sedang asik mengotak atik komputernya, papanya sedang sibuk membanting tulang mencari uang-semoga uang halal, mamanya sedang asik mengikuti kegiatan sosial bersama dengan teman-temannya-sedang anak sendiri ditelantarkan, miris. ketika melihat dari jendela kamarnya Anwar terlihat asik dengan komputernya, mari kita berpikir positif bahwa dia sedang mengerjakan tugas membuat karya tulis beratus halaman, walaupun ketika kita zoom yang ada tampak di layar kacanya adalah seorang pria dan wanita sedang main kuda-kudaan tak beralaskan sehelai pakaian, ketika ditanya, dapat darimana? beli bersama temannya di pasar

Bintang, umur 13th, sedang masa puber, pulang dari rumah ketika ibunya sedang menjual nasi dan gorengan di depan rumah, berganti baju dan bergegas untuk pergi lagi, ketika ditanya hendak kemana, dia hanya berujar ingin mengerjakan tugas dengan temannya di rumah teman. sambil tersenyum senang si ibu menghampiri dan memberi bekal dan berujar "yang rajin ya nak". tanpa diketahui ada sesosok pria berumur 30tahunan bermodalkan motor gede dengan tampang paspasan menunggui Bintang dengan sedikit mengorek jerawat.

Tommy, umur 12th, sedang asik dengan ponselnya sambil tertawa-tawa tersenyum, disampingnya ada bapaknya yang sedang mencuci mobil dan motor, ibunya sedang memasak. ketika di zoom, yang tertera di layar kacanya adalah Messenger berbasis Chatting dari seorang perempuan berjenjang lima di atas umurnya yang baru dikenalnya lima hari yang lalu melalui jejaring sosial, di layar hapenya terlihat pesan "I Miss You :* Hope u can be there tomorrow, My Future Husband"

Lia dan Genknya, berumur 15tahun, berjalan berlenggok di koridor sekolah seakan sekolah milik mereka, gaya mereka semua sama, rambut panjang, muka putih leher hitam, rok setengah paha, kaos kaki tinggi sepakbola, sepatu berhak, bb di kalung, ketika tersenyum terlihat pagar di gigi. menuju kantin, memesan makanan-bakwan satu, minuman dingin aneka rasa, duduk di tempat yang sama-strategis terlihat kaka kelas, membicarakan hal yang tidak pantas dibicarakan, tertawa keras centil, seolah sekolah milik mereka. ya bagi mereka sekolah ini milik mereka.

Anwar, Bintang, Tommy, Lia itu mungkin sudah banyak terlihat di kehidupan nyata kita, entah apa yang membuat di umur mereka sekarang mereka seperti itu.

Bahkan mereka tidak mengenal siapa pahlawan yang ada di mata uang indonesia-rupiah nominal 10000, tidak bisa menghapal isi dari dasar negara, tidak lagi menyanyikan lagu "ambilkan bulan" dan bermain karet bahkan petak umpet.

Tidak menyalahkan zaman, tidak, yang salah ada manusia yang tidak bisa memaknai perubahan zaman, melestarikan adat budaya yang ada di Indonesia. Sudah cukup membodohi dan meracuni kaum yang akan menerusi perjuangan kalian.

Bayangkan akan jadi apa mereka di kemudian hari?





Andaikan mereka boleh memilih hidup di zaman apa..
READ MORE - Zaman ini zamannya modernisasi cuy

Friday, July 6, 2012

bawa daku ke masa kecilku

pagi hari ketika kita dibangunkan oleh alarm bunyi ketuk kamar dan suara lembut dari seorang peri yang selalu melindungiku, bangun terkantuk dan berujar, iya 5 menit lagi dan kembali bergelamut dengan bantal dan menarik selimut dan begitu seterusnya
hingga jarum panjang menunjukan angga 11, barulah tersadar dan beranjak dari tempat tidur dengan terburu-buru dan lupa sesuatu yang membuat saya menerima hukuman atas kelalaian saya di sekolah
putih merah - datang ke sekolah berburu dengan gerbang sekolah yang hampir tertutup berlarian dengan yang lainnya, padahal saya tahu walaupun gerbang sudah tertutup pun akan dibukakan lagi untuk saya dan lainnya :)
bersemangat mempelajari sesuatu hal yang baru, memamerkan barang yang baru dibeli di supermarket dekat rumah dengan teman sebelah dengan bangganya mendengar kata wow dari mereka, hahahaha :)
selalu bersemangat, tidak ada ngantuk-ngantuk seperti sekarang, tiap detik memperhatikan papan tulis dan mengikuti, berteriak jika tidak tahu :)
ketika bel berbunyi lekas pergi ke lapangan, berlompat berlari bersemangat, yaaa bersemangat. tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, memanjat pohon ya memanjat, bertengkar ya bertengkar, kasti ya kasti, karet, bekel, bola gebok, main rumah-rumahan dan bermain tradisional :) tidak ada perbedaan diantara kami, tidak ada malu, masih teringat jelas ketika bermain pelorot celana, menaikkan rok diatas pinggang untuk berlompat di karet, hahahaha, ya, tidak ada malu dan selalu bersemangat
ketika sudah lelah kemudian, berhenti sejenak mengambil makanan untuk bekal, memamerkan apa yang dibuat oleh ibu masing-masing, bahkan berbagi jika ada yang tidak membawa atau membawa ala kadarnya, manisnya :)
pulang sekolah, kadang kita bermain-bukan les- di tempat guru, sekali lagi dengan bersemangat, mengikuti pelajaran tambahan dengan sebelumnya mengisi bahan bakar tubuh dulu di rumah teman, hahaha, tidak jadikan guru sebagai guru saja, bahkan lebih, seperti orang tua, kaka, dan ya yang disayangi, membuat kue, tertidur disana, merecoki rumahnya, membangunkan anaknya dan bermain, ah indahnya, tidak ada beban
pulang kerumah, menunggu angkutan umum dengan teman, jika sedang macet, kami memilih jalan dan berlari di pinggir jalan daripada panas-panasan di dalam, lagi-lagi dengan semangat berdendang ria.
sampai rumah, sempat tidur-walau sebentar, sorenya jika tidak mengaji, maka waktunya untuk bermain di depan rumah, entah permainan apa aja itu :) ketika hujan datang, tidak serta merta langsung berdiam dirumah, keluar, rasakan hujan, menyambut banjir dengan suka cita. ketika sudah ada tanda-tanda orang tua pulang, lekas masuk kedalam rumah, dengan cacing yang sudah mati menempel di kaki dan sampah di kantong :)
malamnya, mengerjakan PR di bantu oleh orang tua dan saudara, menonton tv, bercerita tentang hari yang sudah dilalui. jika sedang lapang bahkan sempatnya bermain kecil-kecilan, bernyanyi dan menari di depan rumah, dilihat dari atas pagar ada tukang becak yang sedang melihat sambil lalu, hahahaha
 kemudian
tertidur pulas penuh dengan senyum
selalu bersemangat
bahkan saat tidur
entah bagaimana perasaannya
selalu menanti hari esok

bisakah perasaan itu hadir kembali sekarang?
READ MORE - bawa daku ke masa kecilku