pagi hari ketika kita dibangunkan oleh alarm bunyi ketuk kamar dan suara lembut dari seorang peri yang selalu melindungiku, bangun terkantuk dan berujar, iya 5 menit lagi dan kembali bergelamut dengan bantal dan menarik selimut dan begitu seterusnya
hingga jarum panjang menunjukan angga 11, barulah tersadar dan beranjak dari tempat tidur dengan terburu-buru dan lupa sesuatu yang membuat saya menerima hukuman atas kelalaian saya di sekolah
putih merah - datang ke sekolah berburu dengan gerbang sekolah yang hampir tertutup berlarian dengan yang lainnya, padahal saya tahu walaupun gerbang sudah tertutup pun akan dibukakan lagi untuk saya dan lainnya :)
bersemangat mempelajari sesuatu hal yang baru, memamerkan barang yang baru dibeli di supermarket dekat rumah dengan teman sebelah dengan bangganya mendengar kata wow dari mereka, hahahaha :)
selalu bersemangat, tidak ada ngantuk-ngantuk seperti sekarang, tiap detik memperhatikan papan tulis dan mengikuti, berteriak jika tidak tahu :)
ketika bel berbunyi lekas pergi ke lapangan, berlompat berlari bersemangat, yaaa bersemangat. tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki, memanjat pohon ya memanjat, bertengkar ya bertengkar, kasti ya kasti, karet, bekel, bola gebok, main rumah-rumahan dan bermain tradisional :) tidak ada perbedaan diantara kami, tidak ada malu, masih teringat jelas ketika bermain pelorot celana, menaikkan rok diatas pinggang untuk berlompat di karet, hahahaha, ya, tidak ada malu dan selalu bersemangat
ketika sudah lelah kemudian, berhenti sejenak mengambil makanan untuk bekal, memamerkan apa yang dibuat oleh ibu masing-masing, bahkan berbagi jika ada yang tidak membawa atau membawa ala kadarnya, manisnya :)
pulang sekolah, kadang kita bermain-bukan les- di tempat guru, sekali lagi dengan bersemangat, mengikuti pelajaran tambahan dengan sebelumnya mengisi bahan bakar tubuh dulu di rumah teman, hahaha, tidak jadikan guru sebagai guru saja, bahkan lebih, seperti orang tua, kaka, dan ya yang disayangi, membuat kue, tertidur disana, merecoki rumahnya, membangunkan anaknya dan bermain, ah indahnya, tidak ada beban
pulang kerumah, menunggu angkutan umum dengan teman, jika sedang macet, kami memilih jalan dan berlari di pinggir jalan daripada panas-panasan di dalam, lagi-lagi dengan semangat berdendang ria.
sampai rumah, sempat tidur-walau sebentar, sorenya jika tidak mengaji, maka waktunya untuk bermain di depan rumah, entah permainan apa aja itu :) ketika hujan datang, tidak serta merta langsung berdiam dirumah, keluar, rasakan hujan, menyambut banjir dengan suka cita. ketika sudah ada tanda-tanda orang tua pulang, lekas masuk kedalam rumah, dengan cacing yang sudah mati menempel di kaki dan sampah di kantong :)
malamnya, mengerjakan PR di bantu oleh orang tua dan saudara, menonton tv, bercerita tentang hari yang sudah dilalui. jika sedang lapang bahkan sempatnya bermain kecil-kecilan, bernyanyi dan menari di depan rumah, dilihat dari atas pagar ada tukang becak yang sedang melihat sambil lalu, hahahaha
kemudian
tertidur pulas penuh dengan senyum
selalu bersemangat
bahkan saat tidur
entah bagaimana perasaannya
selalu menanti hari esok
bisakah perasaan itu hadir kembali sekarang?
No comments:
Post a Comment